Sejarah singkat tentang merk sepatu Bata

Bata telah mempengaruhi tren dan alas kaki Anda dengan keanggunan dan karakter selama 120 tahun di seluruh dunia. Sejak didirikan oleh Thomas Bata pada tahun 1894, perusahaan telah berada di garis depan inovasi, tidak hanya dalam produksi dan desain gaya baru, tetapi dalam penciptaan model bisnis yang memungkinkan respon yang cepat terhadap perubahan pasar.

Sejarah Sepatu Bata
Tomas bata, sumber gambar : https://www.private-prague-guide.com/wp-content/tomas-bata.jpg

Menurut informasi yang didapat dari majalah Tempo. Merk Bata sebenarnya diambil dari nama pendirinya, Tomas Bata, pengusaha asal Cekoslovakia. Di Indonesia dahulu merk sepatu Bata ini diproduksi di Kalibata Jakarta Selatan, sedangkan nama Kalibata ini sendiri punya sejarah lain. Konon menurut cerita nama Kalibata itu muncul karena sungai di kawasan itu kerap dilalui rakit pembawa batu bata dari Bogor menuju Jakarta. Sehingga di sebutlah Kali Bata.

Sepatu Bata masuk ke Tanah Air sejak 1931 lewat jalur impor, didatangkan dari Singapura (dulu Malaya). Pengimpornya adalah perusahaan penyalur sepatu NV Nederlandsch-Indische di kawasan pergudangan Tanjung Priok. 6 tahun kemudian, Tomas Bata, sang pemilik, membangun pabrik raksasa di tengah-tengah perkebunan karet di Kalibata. Banyak warga sekitar (Rawajati, Kalibata) yang turuntemurun bekerja di Bata.

Sejarah sepatu bata
Koleksi sepatu bata. Sumber gambar : https://www.bata.co.id/catalogue/youth-3

Dari sinilah bisnis sepatu Bata menyebar ke seluruh pelosok Tanah Air. Waktu itu sepatu kulit dan karet jadi andalan. Hampir 90% bahan baku dipasok dari dalam negeri. Bata menikmati masa jaya hingga era 1980. Hampir semua orang yang besar di era itu pernah menjajal sepatu ini.

Pada 24 Maret 1984, perusahaan associate dari Bata Shoe Organization yang berpusat di Lusanne, Swiss, itu tercatat di Bursa Efek Jakarta sebagai PT. Sepatu Bata Tbk.

Di tengah serbuan merek sepatu yang membanjiri Tanah Air, Bata yang kini dipegang oleh generasi ketiga, Thomas G. Bata, berusaha bertahan dengan mengedepankan kualitas yang sudah digaungkan secara turun-temurun dan harga terjangkau. Dua strategi ini membuat perusahaan modal asing itu tak jatuh diguncang badai krisis ekonomi yang menghajar Indonesia pada 1997-1998.

Sejarah sepatu bata
Sumber gambar : https://pbs.twimg.com/media/C7BY48rWkAAFZin.jpg

Pada 2008 mereka memindahkan pabrik dan pusat distribusi dari Kalibata ke Purwakarta. Bata kini mengeluarkan merek alternatif seperti North Star, Power, Bubblegummers, dan Marie-Claire. Distribusi pemasaran terus digenjot, dari mal besar sampai toko-toko Bata di pinggir jalan. Berpromosi lewat tivi dengan slogan “Back to school“. Sekian

Baca artikel tentang : Sejarah sepatu Nike

Baca artikel tentang : Sejarah sepatu converse

Beberapa isi artikel ini diambil dari website : bata.co.id dan kaskus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *