PP Properti bersiap akuisisi 200 ha lahan

Sinyal positif bahwa cabang usaha milik BUMN PP Properti Persero Tbk. tetap konsisten, tumbuh berkembang dan berkomitmen untuk membangun negeri di tengah persaingan bisnis di sektor properti indonesia yang kebanyakan di dominasi oleh pemain swasta dan asing.

PP properti bersiap akuisisi lahan
Sumber gambar : PP Properti

Dilansir dari kontan.co.id bahwa PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana mengakusisi lahan di beberapa lokasi. Seperti diberitakan oleh kontan.co.id PPRO yang semakin gencar berekspansi akan mengakuisisi lahan di wilayah Kertajati, Majalengka Jawa Barat seluas 200 hektare (ha).

Bukan tanpa alasan anak usaha PT PP Tbk ini memilih Kertajati. Indaryanto, Direktur Keuangan PPRO, Ia mengatakan, lahan di wilayah Kertajati Sumedang Jawa Barat cukup prospektif, apalagi dengan rencana pembangunan bandara baru.

Aero City nantinya akan menjadi kota mandiri dengan pengembangan hingga 20 tahun yang akan datang. PPRO akan menggandeng anak perusahaan Bandara Internasional Jawa Barat.

PP properti bersiap akuisisi lahan
sumber foto : youtube.com

Meski demikian, Indaryanto belum bisa mengungkapkan nilai investasi yang akan digelontorkan untuk mengakuisisi lahan tersebut. Yang jelas, dengan tambahan lahan tadi, PPRO akan memiliki landbank sekitar 294 ha.

Pada paruh pertama tahun ini, PPRO baru saja merampungkan akuisisi 7 ha lahan senilai Rp 450 miliar. Dalam catatan KONTAN, per Juli lalu total lahan perusahaan properti pelat merah ini mencapai 90 ha-100 ha.

Indaryanto mengatakan, PPRO akan melakukan banyak belanja lahan untuk landbank pada semester dua tahun ini. Perusahaan milik negara ini telah mempersiapkan pendanaan untuk memuluskan rencana ekspansi lahan tersebut.

PPRO masih memiliki pendanaan dari hasil penerbitan medium term notes dan aksi rights issue yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Lantaran tahun ini banyak menambah landbank, belanja modal atawa capital expenditure (capex) PPRO di 2017 lebih besar dibandingkan proyeksi capex beberapa tahun ke depan.

PPRO merencanakan capex selama lima tahun ke depan mencapai Rp 10 triliun. Perinciannya, tahun ini sebesar Rp 3 triliun, lalu Rp 1,5 triliun pada 2018 dan Rp 1,5 triliun untuk 2019. Di 2020 dan 2021, PPRO akan menganggarkan capex masing-masing Rp 2 triliun dan Rp 2 triliun.

Hingga akhir Agustus, PPRO membukukan pendapatan pra penjualan atawa marketing sales sebesar Rp 1,75 triliun. Pendapatan pra penjualan ini sebagian besar berasal dari penjualan Apartemen Grand Kamala Lagoon di Bekasi. Dengan begitu, PPRO telah mencapai 58% dari target marketing sales perusahaan tahun ini, yakni sebesar Rp 2,99 triliun.

PP properti bersiap akuisisi lahan
sumber gambar : https://postimg.org

Baca artikel tentang : sejarah sepatu converse, Yusuf Mansyur di laporkan ke Polisi, sejarah sepatu bata

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *